Keracunan Massal di Kampung Babadan, Hidangan Tahlilan Diduga Jadi Penyebab

Keracunan Massal di Kampung Babadan, Hidangan Tahlilan Diduga Jadi Penyebab
Kapolres Sukabumi AKBP Damian dan Camat Palabuhanratu Deni Yudhono Meninjau Langsung Korban Dugaan Keracunan Makanan untuk Menyatakan Berduka Cita dan Berjanji Akan Menyelidiki Kasus Itu Hingga Tuntas / FT: UM

seputarankita.com – Suasana duka mendalam menyelimuti warga Kampung Babadan, Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Sedikitnya 106 orang diduga mengalami gejala keracunan makanan usai menyantap hidangan pada acara tahlilan di rumah salah satu warga, Sumarna (45), Rabu petang.

Acara yang semula berlangsung khidmat untuk memperingati haul atau hari wafat anggota keluarga, justru berujung kepanikan massal.

Beberapa jam setelah menyantap makanan yang disediakan tuan rumah, para tamu mulai mengeluhkan gejala mual, pusing, muntah hingga diare secara bersamaan.

Camat Palabuhanratu, Deni Yudhono, mengatakan dari total korban yang tercatat, 54 orang harus dilarikan ke RSUD Sekarwangi karena mengalami gejala cukup berat, sementara sisanya ditangani di beberapa fasilitas kesehatan terdekat.

“Laporan awal menyebutkan semua korban sebelumnya menyantap nasi kotak yang dibagikan dalam acara tersebut,” kata Budi, Kamis, 8 Mei 2025.

Ironisnya, tuan rumah yang menggelar tahlilan juga menjadi salah satu korban. Diketahui bahwa seluruh hidangan pada acara itu dimasak sendiri oleh keluarga tanpa menggunakan jasa katering, yang menambah fokus penyelidikan terhadap bahan makanan yang digunakan.

Pihak kepolisian pun telah turun tangan. Kapolres Sukabumi, AKBP Saiman, menyampaikan bahwa saat ini tim tengah melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.

“Kami telah mengumpulkan sampel makanan dari lokasi kejadian dan mengirimkannya ke laboratorium. Selain itu, kami juga meminta keterangan dari sejumlah saksi dan pihak keluarga,” ujarnya.

Menurut Kapolres, penanganan kasus ini menjadi prioritas mengingat jumlah korban yang cukup banyak dan potensi ancaman keselamatan warga lainnya.

“Kami juga membuka posko pengaduan bagi warga yang merasakan gejala serupa namun belum sempat memeriksakan diri,” tambahnya.

Sampel makanan seperti nasi, lauk, serta minuman yang dikonsumsi warga kini sedang diuji untuk mengetahui kandungan zat berbahaya yang mungkin menjadi penyebab keracunan.

BACA JUGA:  Gedung Kantor Pemkab Sukabumi di Palabuhanratu Mangkrak, Publik Tuntut Transparansi

Hasil uji laboratorium diharapkan bisa segera keluar agar langkah medis dan hukum dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam pengolahan makanan, terutama saat menyelenggarakan acara yang melibatkan banyak orang. UM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *