Optimalkan 6 SPM, Kader Posyandu Gunungpuyuh Gandeng ASN Tekan Angka Stunting

Optimalkan 6 SPM, Kader Posyandu Gunungpuyuh Gandeng ASN Tekan Angka Stunting
Tingkatkan kualitas layanan dasar, TP PKK Kota Sukabumi gelar Bimtek di Gunungpuyuh, Selasa (24/2/2026). FT : Ist

seputarankita.com – Tim Penggerak (TP) Posyandu Kecamatan Gunungpuyuh menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) guna memperkuat implementasi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan strategi penanganan stunting. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Kelurahan Gunungpuyuh, Selasa (24/2/2026), dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah.

Bimtek ini merupakan bagian dari rangkaian roadshow peningkatan kapasitas kader yang dijadwalkan berlangsung hingga 4 Maret 2026. Fokus utama kegiatan ini adalah transformasi peran Posyandu agar tidak hanya sekadar melayani kesehatan, tetapi juga mencakup urusan wajib pelayanan dasar lainnya.

Dalam arahannya, Ranty Rachmatilah menekankan perlunya perubahan paradigma Posyandu menjadi pusat pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup. Layanan ini mencakup seluruh tahapan usia, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, usia sekolah, hingga lansia.

“Posyandu memiliki peran strategis yang melampaui layanan kesehatan semata. Ini adalah ruang pembinaan karakter masyarakat yang melayani enam bidang SPM, yakni kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial,” ujar Ranty.

Ia menambahkan, di tengah kebijakan efisiensi anggaran, kolaborasi lintas sektor antara pemerintah kecamatan, Dinas Kesehatan, dan TP PKK menjadi kunci agar program tetap berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi warga.

Terkait persoalan stunting, Ranty menginstruksikan penguatan prioritas sasaran di wilayah Kelurahan Gunungpuyuh. Salah satu langkah taktis yang ditekankan adalah optimalisasi program “1 ASN 1 Telur” sebagai dukungan nyata dalam intervensi gizi bagi anak-anak berisiko stunting.

Pelayanan Posyandu pun diminta berlandaskan prinsip the right information, the right decision, and the right execution. “Setiap tindakan harus berbasis data yang tepat dan eksekusi yang akurat agar kualitas pelayanan merata di seluruh wilayah,” tegasnya.

Selain aspek teknis, Ranty juga menyentuh sisi mentalitas para kader. Ia mendorong penerapan growth mindset dan mengingatkan seluruh pihak untuk menghindari pola perilaku crab mentality yang dapat menghambat kemajuan organisasi.

BACA JUGA:  Dihantam Longsor Susulan, Pelaku UMKM Sriwedari Kehilangan Tempat Usaha

“Pahami tugas dan tanggung jawab sesuai regulasi. Peran kita ditentukan oleh sistem pemerintahan yang berlaku, maka jalankan peran masing-masing secara profesional dan berintegritas,” pesannya kepada para peserta.

Bimtek ini diharapkan mampu menyinkronkan sistem pencatatan dan pelaporan antara TP Posyandu dan TP PKK, serta memastikan bantuan operasional Posyandu digunakan sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku.(Bim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *