Pembangunan Kolam Retensi di Terminal Sukabumi Tipe C, Solusi Atasi Banjir Lingkar Selatan

Pemkot Sukabumi Melalui DPUTR Membangun Kolam Retensi di Terminal Tipe C untuk Menampung Debit Air yang Kerap Menjadi Penyebab Banjir

Seputarankita.com -SUKABUMI- Pemerintah Kota Sukabumi tengah menggarap proyek besar untuk mengatasi masalah banjir yang kerap menyerang kawasan Lingkar Selatan. Proyek tersebut adalah pembangunan kolam retensi di Terminal Sukabumi Tipe C, yang terletak di Kelurahan Sudajayahilir, Kecamatan Baros. Dengan dibangunnya kolam retensi ini menjadi solusi efektif dalam mengurangi dampak banjir di area tersebut.

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Sukabumi, Sony Hermanto, kawasan sekitar terminal sering kali terendam banjir saat curah hujan tinggi. “Lokasi depan terminal memang berada di cerukan yang menyebabkan area ini rawan tergenang air, terutama ketika hujan deras,” ujarnya. Kolam retensi yang dibangun bertujuan menampung kelebihan volume air hujan yang mengalir dari kawasan tersebut.

Dibangun dengan kapasitas penampungan mencapai 3.000 liter per detik, kolam ini diperkirakan mampu menampung aliran air hingga 3.800 liter per detik. Kelebihan aliran sebesar 800 liter per detik akan disalurkan ke saluran eksisting yang sudah ada. “Dengan sistem ini, kolam retensi diharapkan dapat mengurangi resiko banjir yang selama ini menjadi masalah besar di kawasan ini,” tambah Sony.

Pembangunan kolam retensi ini dibiayai dengan anggaran dari APBD Provinsi Jawa Barat yang mencapai lebih dari Rp5.155.842.672. Menurut Sony, pengerjaan proyek ini sudah mencapai sekitar 34 hingga 36 persen dari target yang direncanakan. Diharapkan, kolam retensi ini sudah dapat berfungsi penuh pada bulan Desember 2024, sehingga dapat mengantisipasi puncak musim hujan yang biasanya terjadi pada akhir tahun.

Selain sebagai penampung air, proyek ini juga dirancang untuk memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat sekitar. Di area sekitar kolam, pemerintah berencana membangun fasilitas pendukung seperti jogging track dan tempat nongkrong untuk anak muda. Fasilitas-fasilitas ini diharapkan dapat menciptakan ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan oleh warga setempat untuk berolahraga dan bersosialisasi.

BACA JUGA:  Alun-alun Palabuhanratu Favorit Pengunjung Saat Ramadhan

Sony Hermanto menjelaskan bahwa pembangunan kolam retensi ini juga mencakup perbaikan pada saluran air eksisting di sekitar kawasan tersebut. Perbaikan ini bertujuan agar saluran dapat mengakomodasi volume air yang lebih besar, sehingga overflow dari kolam retensi dapat dialirkan dengan baik tanpa menyebabkan genangan di jalan-jalan sekitar.

Dalam hal perawatan kolam, Sony menambahkan bahwa kolam retensi ini akan dirawat secara berkala, termasuk pengerukan setiap tiga bulan sekali untuk memastikan tidak ada penyumbatan akibat endapan atau sedimentasi. Dengan perawatan yang rutin, diharapkan kolam ini dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang.

Sony juga menjelaskan bahwa kondisi saluran air di Kota Sukabumi memang perlu diperbaiki dan diperbesar. Hal ini penting mengingat semakin banyaknya pembangunan yang mengurangi area resapan air di Kabupaten Sukabumi, yang terletak di bagian atas Kota Sukabumi. Akibatnya, air hujan yang tidak terserap akan mengalir ke Kota Sukabumi dan menyebabkan banjir di beberapa titik.

Dengan adanya proyek kolam retensi ini, diharapkan masalah banjir di kawasan Lingkar Selatan dapat segera teratasi. Sony optimistis bahwa dengan selesainya pembangunan ini pada akhir tahun 2024, masyarakat tidak lagi perlu khawatir dengan ancaman banjir yang sering kali merugikan.

Pemerintah Kota Sukabumi berharap proyek ini menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan banjir yang sudah berlangsung cukup lama. Selain itu, keberadaan kolam retensi ini juga diharapkan bisa memberikan dampak positif dalam hal peningkatan kualitas hidup dan kenyamanan bagi warga sekitar. Sebagai destinasi wisata murah, kolam ini nantinya juga akan menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi, selain berfungsi sebagai fasilitas penampung air hujan.

Dengan pembangunan kolam retensi di Terminal Sukabumi Tipe C, diharapkan juga mengurangi dampak bencana banjir yang selama ini menjadi persoalan serius. Masyarakat bisa merasakan manfaat langsung dari keberadaan kolam ini, baik dari segi pencegahan banjir maupun dari sisi peningkatan kualitas ruang terbuka yang lebih ramah bagi kegiatan warga.

BACA JUGA:  Lepas Peserta ASEAN Youth Camp Philippines 2024, Pj Wali Kota: Ingat, Jaga Nama Baik Bangsa dan Negara

Seiring dengan selesainya proyek ini, pemerintah kota akan terus memantau dan mengevaluasi efektivitas kolam retensi dalam menanggulangi banjir. Pemerintah juga berencana untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur penunjang lainnya di kawasan tersebut, agar Kota Sukabumi semakin siap menghadapi tantangan perubahan iklim yang kian tak menentu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *