Sambut Tol Bocimi, Pemkot Sukabumi Siapkan Kawasan Industri Strategis dan Ribuan Inovasi

seputarankita.com – Pemerintah Kota Sukabumi mulai memetakan arah pembangunan untuk tahun 2027 melalui Forum Perangkat Daerah (FPD) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Dalam pertemuan yang berlangsung pada Jumat (13/2/2026) tersebut, dua isu krusial menjadi sorotan utama: penanganan sampah yang sistematis dan pemerataan infrastruktur.

Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menegaskan bahwa pola pembangunan masa depan tidak bisa lagi dilakukan dengan cara-cara konvensional. Ia menyoroti pentingnya revolusi pengelolaan sampah dari hulu, mengadopsi model keberhasilan negara maju seperti Jepang.

Bobby menekankan bahwa edukasi adalah kunci utama. Saat ini, Pemkot Sukabumi secara rutin melibatkan siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam program literasi lingkungan agar kesadaran mengelola sampah tertanam sejak dini.

Namun, Bobby juga mengingatkan bahwa partisipasi publik sangat bergantung pada kualitas layanan pemerintah. Menurutnya, penguatan fiskal daerah melalui pajak akan terjadi secara organik jika masyarakat merasakan manfaat nyata dari pembangunan infrastruktur.

“Masyarakat akan tergerak memberikan kontribusi terbaiknya jika mereka melihat kesungguhan pemerintah dalam melayani. Pembangunan infrastruktur yang baik adalah bukti nyata keseriusan tersebut,” ujar Bobby Maulana.

Salah satu poin menarik yang terungkap dalam forum ini adalah membanjirnya usulan kreativitas dari berbagai instansi. Hingga saat ini, tercatat ada 1.133 inovasi yang masuk ke meja Bappeda.

“Seluruh inovasi tersebut akan dikurasi secara ketat. Kami juga berencana membentuk tim khusus yang diisi oleh aparatur berprestasi untuk menjadi mentor bagi perangkat daerah lain,” jelas Hasan Asari.

Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pemerintahan yang lebih responsif dan inovatif dalam menjawab tantangan Kota Sukabumi menuju tahun 2027. Bim

BACA JUGA:  Peringati HUT Satpol PP, Sukabumi Fokus pada Ketertiban Humanis dan Siaga Desa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *