Peningkatan Kapasitas Guru Mendorong Percepatan SPM Pendidikan Paripurna

Penjabat Sekda Kota Sukabumi, Mohamad Hasan Asari Membuka Bimbingan Teknis dengan Tema "Strategi Kreatif Menciptakan Ruang Belajar Inklusif"

seputarankita.com – SUKABUMI-.Percepatan pencapaian standar pelayanan minimal (SPM) pendidikan yang paripurna, memerlukan sejumlah langkah kongkret berupa peningkatkan kapasitas guru dalam memahami peningkatan layanan yang inklusif melalui pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM).

Hal itu disampaikan Penjabat Sekda Kota Sukabumi, Mohamad Hasan Asari, usai membuka bimbingan teknis (Bimtek) dengan tema strategi kreatif menciptakan ruang belajar inklusif melalui inovasi dan kreatifitas bagi guru, yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, di Hotel Horison, Senin (9/9/2024).

“Dalam upaya percepatan pencapaian SPM pendidikan yang paripurna, perlu dilakukan langkah-langkah seperti halnya meningkatkan kapasitas guru dalam memahami peningkatan layanan yang inklusif melalui pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM),” kata dia.

Hasan menambahkan, guna mengimplementasikan pendidikan untuk semua peserta didik, mengingat kondisi anak-anak itu tingkat kecerdasan yang dimiliki cukup beragam tak terkecuali peserta didik yang memiliki kebutuhan khusus. Maka diperlukan ruang pendidikan yang Inklusif dan didukung kapasitas guru yang mumpuni.

Demikian disampaikan Penjabat Sekda Kota Sukabumi, usai membuka bimbingan teknis (Bimtek) yang diinisiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan tema strategi kreatif menciptakan ruang belajar inklusif melalui inovasi dan kreatifitas bagi guru, di Hotel Horison, Senin (9/9/2024).

“Untuk menciptakan ruang pendidikan yang Inklusif itu tanpa membedakan latar belakang sosial, ekonomi dan kondisi lainya, sehingga seluruh potensi peserta didik mampu berkembang secara optimal. Hal itu tentunya harus di dukung oleh kapasitas guru,” ujarnya.

Masih kata dia, Iklim inklusif adalah lingkungan yang menerima dan menghargai semua orang tanpa memandang latar belakang, tidak lagi terpaku pada penanganan disabilitas tetapi juga bagaimana memperlakukan peserta didik cerdas dan berbakat istimewa.

Para guru juga di tuntut untuk berinovasi dalam menciptakan metode pembelajaran. Inovasi yang diharapkan bagaimana para guru menggali berbagai kemampuannya sehingga mampu menghasilkan metode pembelajaran yang lebih baik.

BACA JUGA:  Kebakaran Hebat di Cisaat! Deretan Kontrakan Ludes, Warga Panik & Gotong Royong Padamkan Api

Upaya meningkatkan pendidikan yang paripurna menyelenggarakan pelatihan untuk peningkatan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan tentang peningkatan layanan yang inklusif.

Pemberian layanan pendampingan kepada satuan pendidikan untuk peningkatan layanan disabilitas, cerdas dan berbakat istimewa, dan penerimaan disabilitas

“Memberikan pelatihan terkait dengan pengembangan konten digital sehingga dapat dimanfaatkan dan diakses secara inklusif. Menyediakan dan meningkatkan kapasitas forum /wadah bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan untuk bertukar pikiran dalam mengembangkan konten digital melalui komunitas belajar,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *