seputarankita.com – Sebuah pesan pilu tertulis dalam secarik kertas menjadi kunci pengungkapan tragedi yang mengguncang lingkungan sekolah di wilayah Warungkiara, Kabupaten Sukabumi. Seorang penjaga sekolah ditemukan tak bernyawa pada Minggu (1/2/2026), meninggalkan luka mendalam dan tanda tanya mengenai tekanan batin yang dialaminya.
Kejadian ini pertama kali terungkap secara tidak sengaja oleh keriuhan anak-anak yang tengah asyik bermain bola di sekitar area sekolah. Keceriaan mereka mendadak berubah menjadi kepanikan saat mata mereka menangkap sosok yang tergantung diam di bawah atap genteng bangunan sekolah.
Laporan dari anak-anak tersebut segera memicu kedatangan warga ke lokasi. Benar saja, tubuh pria yang sehari-hari menjaga sekolah tersebut ditemukan sudah terbujur kaku dengan kain yang melilit lehernya.
Kapolsek Warungkiara, AKP Panji Setiawan, mengonfirmasi bahwa penyebab tindakan nekat korban diduga kuat dipicu oleh tekanan psikologis yang berat. Hal ini diperkuat dengan penemuan bukti krusial di lokasi kejadian.
“Di dekat lokasi korban, petugas menemukan sepucuk surat. Isinya berupa curahan hati (curhat) mendalam tentang rasa sakit hati yang dipendam korban terhadap beberapa orang di lingkungan terdekatnya,” ujar AKP Panji dalam keterangannya, Selasa (3/2/2026).
Pesan terakhir tersebut mengisyaratkan bahwa korban sudah tidak sanggup lagi memikul beban perasaan yang selama ini ia sembunyikan rapat-rapat.
Pihak Kepolisian Sektor Warungkiara yang tiba di lokasi segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan tidak ada unsur kekerasan lain. Setelah proses identifikasi selesai, petugas dibantu warga mengevakuasi jenazah pria tersebut.
Atas permintaan dan kesepakatan, jenazah kini telah dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Garut, Jawa Barat, untuk disemayamkan oleh pihak keluarga.Bim





