Pria Lumpuh Terlantar di Jalan PLTU Palabuhanratu, Camat dan Desa Cepat Bereaksi

Desa dan Kecamatan Palabuhanratu Cepat Bereaksi Terhadap Pemberitaan yang Viral di Media Massa dan Media Sosial yang Mengungkap Keberadaan Seorang Pria Terlantar yang Diduga Sengaja Dibuang

Seputarankita.com – SUKABUMI – Seorang pria lumpuh ditemukan terlantar di jalan sekitar PLTU Palabuhanratu selama beberapa hari. Pria yang mengaku bernama Herman itu mengaku dibuang dari ambulans. Pihak kecamatan dan desa pun langsung bergerak cepat setelah mendapat informasi dari media.

“Alhamdulillah, setelah mendapat arahan dari Camat Palabuhanratu, kami langsung mengevakuasi yang bersangkutan ke Aura Welas Asih. Untuk sementara, dia kami titipkan di sana sebelum dilakukan identifikasi administrasi kependudukan (adminduk) besok. Setelah identitasnya jelas, kami akan menghubungi camat setempat agar bisa mengantarkan dia pulang,” ujar hendriana, Sekmat Palabuhanratu. Senin (3/3/2025)

“Saat ini, pihak kecamatan masih menelusuri kebenaran identitas Herman. Berdasarkan keterangannya, dia berasal dari Desa Pasirtoge, Kecamatan Sukaraja. “Dari komunikasinya, dia masih relatif nyambung dan konsisten. Sejak awal dia mengaku bernama Herman dan berasal dari Pasirtoge. Kami akan menelusuri lebih lanjut untuk memastikan kebenarannya,” tambahnya.

Sementara itu, Irgiana, staf administrasi Aura Welas Asih, membenarkan bahwa pria tersebut sudah beberapa hari terlantar di lokasi tanpa berpindah tempat. “Kami menerima laporan ada seorang pria diduga ODGJ yang sudah tiga sampai empat hari di jalan. Setelah dicek, ternyata dia tidak bisa berjalan. Kami langsung berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan desa. Alhamdulillah, prosesnya berjalan lancar,” ungkapnya.

Saat ini, Herman sedang dirawat dan dibersihkan di panti sosial tersebut. “Sekarang dia sedang dimandikan dan dirawat. Besok akan dilakukan perekaman KTP untuk mengetahui identitas lengkapnya melalui pihak kecamatan,” lanjut Irgiana.

Terkait pengakuan Herman yang mengklaim dibuang dari ambulans, pihak berwenang masih akan mendalami informasi tersebut. “Kami perlu memastikan lebih lanjut apakah pengakuannya benar atau tidak,” tegas hendriana. IDR

BACA JUGA:  Sekda Kabupaten Sukabumi Minta Seluruh SKPD Sukseskan Smart City

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *