Puskesmas Sukabumi dan Karangtengah Siaga, Kasus Suspek Campak Tembus 44 Orang

seputarankita.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi merilis data terbaru lonjakan kasus penyakit campak yang kian mengkhawatirkan. Hingga Senin (6/4/2026), tercatat sebanyak 26 warga dinyatakan positif menderita campak, meningkat dari angka sebelumnya yakni 23 kasus.

Selain kasus konfirmasi, jumlah suspek (terduga) campak di Kota Sukabumi kini telah mencapai 44 kasus. Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Ida Halimah, mengungkapkan bahwa tren kenaikan ini terjadi di tengah tingginya mobilitas masyarakat pasca libur Hari Raya.

“Penularan virus campak ini sangat cepat, bahkan bisa melebihi kecepatan penularan COVID-19. Virus ini tidak mengenal usia; anak-anak maupun dewasa bisa terpapar, meski mayoritas ditemukan pada anak yang imunisasinya belum lengkap,” ujar Ida Halimah saat ditemui di ruang kerjanya.

Ida memperingatkan bahwa campak bukanlah penyakit ringan yang bisa disepelekan. Bagi individu dengan sistem imun yang rendah, penyakit ini dapat memicu komplikasi serius yang menyerang organ vital.

“Jika imunitas rendah, campak bisa menyebabkan infeksi paru-paru dan berpotensi fatal hingga menyebabkan kematian,” tegasnya.

Berdasarkan pemetaan wilayah kerja puskesmas, sebaran suspek tertinggi saat ini berada di wilayah Puskesmas Sukabumi dan Puskesmas Karangtengah dengan masing-masing 7 kasus, disusul Puskesmas Baros dengan 6 kasus. Sisanya tersebar merata di wilayah lain dengan kisaran 1 hingga 4 kasus.

Merespons situasi ini, Dinkes Kota Sukabumi bergerak cepat dengan menyiapkan program Imunisasi Kejar. Langkah ini menyasar warga, terutama anak-anak, yang sebelumnya terlewat atau belum mendapatkan dosis imunisasi secara lengkap.

Sebelum terjun ke lapangan, Dinkes akan membekali petugas dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) guna memastikan pelaksanaan berjalan optimal. Selain itu, koordinasi lintas sektoral termasuk melibatkan Kementerian Agama dan tokoh masyarakat terus diperkuat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mendukung penuh program ini. Aktiflah di Posyandu dan pastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap. Dukungan tokoh agama sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada warga bahwa imunisasi adalah pelindung utama,” tambah Ida.

BACA JUGA:  Polres Sukabumi Tangkap UMG, Guru Ngaji Pelaku Pelecehan Santri Usia 15 Tahun

Saat ini, pihak Dinkes masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap tiga spesimen tersisa dari total 36 sampel yang dikirimkan. Masyarakat diminta tetap waspada dan segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat jika menemukan gejala demam tinggi disertai bintik merah pada kulit. (Bim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *