Rencana Pembangunan Geotermal di Kawasan Gunung Gede Pangrango FK3I dan Jaringan RELASI

FT: ilutrasi, Kawasan Geotermal

seputarankita.com- Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) bersama Jaringan RELASI (Relawan Pembela Konservasi) menyatakan tengah mempersiapkan aksi penolakan terhadap rencana pembangunan proyek geotermal di sejumlah kawasan konservasi di Jawa Barat.

Koordinator Nasional FK3I sekaligus juru bicara RELASI, Dedi Kurniawan, mengatakan pihaknya telah melakukan konsolidasi internal bersama jaringan pegiat lingkungan, mahasiswa, kelompok pecinta alam.

Aksi juga melibatkan masyarakat sebagai bentuk penolakan rencana pembangunan geotermal di empat titik kawasan konservasi.

Dedi menegaskan, dalam waktu dekat fokus utama gerakan akan diarahkan pada rencana pengembangan proyek geotermal di kawasan Gunung Gede Pangrango, khususnya di wilayah Cipanas, Kabupaten Cianjur.

Ia menyebut telah ditemukan aktivitas pematokan lahan garapan masyarakat yang dilakukan pihak pelaksana proyek.

“Penolakan kami didasarkan pada hasil pengamatan di lapangan. Kami menilai pendekatan persuasif dan sosialisasi yang menyeluruh kepada masyarakat belum dilakukan secara optimal,” ujarnya.

FK3I menyoroti dua aspek utama dalam rencana pembangunan Geotermal Cipanas. Pertama, aspek sosial yang dinilai masih menyisakan penolakan dari sebagian masyarakat akibat minimnya informasi mengenai dampak dan rencana pengelolaan kawasan pascapembangunan.

Kedua, aspek lingkungan yang berkaitan dengan kondisi tutupan hutan di Jawa Barat yang terus mengalami penurunan.

Menurut mereka, setiap pembangunan di kawasan yang memiliki nilai ekologis tinggi harus didukung kajian sosial dan lingkungan yang komprehensif.

Selain itu, FK3I juga mempertanyakan urgensi pembangunan proyek energi panas bumi tersebut.

Mereka menilai pemerintah perlu memastikan bahwa pengembangan energi baru terbarukan benar-benar ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tanpa mengabaikan aspek konservasi dan keberlanjutan lingkungan.

Dedi menegaskan pihaknya meminta adanya kajian lebih rinci terkait dampak sosial, ekonomi, lingkungan, dan kawasan sebelum proyek dilanjutkan.

BACA JUGA:  Wakil Wali Kota Sukabumi Suarakan Aspirasi Warga dalam Musrenbang RPJMD Jabar 2025–2029

FK3I juga mendorong peninjauan kembali rencana pembangunan geotermal di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Sebagai bentuk penolakan, FK3I bersama jaringan pegiat lingkungan dari Cianjur, Sumedang, Kuningan, dan Garut berencana menggelar aksi massa.

Mereka menargetkan sekitar 500 peserta untuk menyuarakan aspirasi terkait perlindungan kawasan hutan, satwa liar, dan ekosistem yang dinilai berpotensi terdampak.

Meski demikian, waktu, lokasi, dan skema aksi masih dalam tahap penyusunan serta koordinasi dengan berbagai elemen masyarakat dan organisasi lingkungan. UM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *