Seputarankita.co, Sukabumi- Ribuan para driver Ojek Online (Ojol) dan Taksi Online (Taksol) se – Sukabumi raya, rencananya akan menggelar aksi damai dan melakukan aksi mogok (offbid) selama 3 jam selama aksi berlangsung, di Lapang Merdeka Kota Sukabumi pada Senin (17/2/2025).
Sejumlah komunitas ojek dan Taksi online, yang tergabung di All For One, BOS (Baraya Online Sukabumi),SDPI Serikat Demokrasi pengemudi indonesia,sograbis (solidaritas Grab Sukabumi),Maximus (maxim indpenden Sukabumi) akan bergabung melakukan aksi serupa.
Salahsatu Ketua Komunitas Ojol All For One, Hendra Mulyadi mengatakan, aksi yang akan dilaksanakan nanti bertujuan menuntut pihak aplikator untuk mengahpus tarif layanan yang dianggap memberatkan para ojol sebagai mitranya.
” ya ada beberapa layanan tarif yang memberatkan para diriver dan sangat murah, jelas ini tidak seimbang dengan cost operasional saat kami mengantar ke konsumen,” terang Hendra pada Wartawan, Sabtu (15/2/2025)
lanjut Hendra, beberapa layanan yang dibuat aplikator seperti contoh “Aceng” yang dibuat aplikasi Gojek, dari Rp8 ribu rupiah para mitra hanya memperoleh jasa sebesar Rp5 ribu saja. layanan Slot(tarif murah di grab food) terjadi juga pemotongan uang jasa pengantaran dari Rp8 ribu yang diterima para ojol hanya Rp6 ribu saja.
” Ada juga layanan doble order, para sopir ojol harus rela mengantarkan ke dua tempat yang berbeda dengan jarak yang terkadang sangat jauh dari tempat satu ke tempat lainnya. sedangkan jasa ongkos yang kami terima hanya Rp8 ribu sampai Rp10 ribu ini juga sangat memberatkan kami dan kami minta dihapus saja,”ujarnya.
Bahkan kata dia, ada satu aplikasi ojol yang dirivernya harus melakukan verifikasi wajah terlebih dahulu, bila terjadi keterlambatan si driver akan terkena suspend atau menskor si pengemudi jelas ini sangat tidak manusiawi.
Sambung Hendra, aksi damai yang dilakukan ini merupakan satu upaya untuk bisa menerima jasa upah dengan layak dan selaku mitra para aplikator yang ada bisa memberi solusi terbaik.
“Kami harap, para aplikator mau mengevaluasi dan memanusiakan para ojol selaku mitranya dengan cara memberikan aturan yang bisa diterima dan tarif jasa yang pantas,”ketusnya.
Hendra juga menyebut pemerintah, bisa ikut andil berperan dalam menyelesaikan keluhan para ojol selam ini
“Kami rasa pemerintah dan para anggota DPRD harus juga berperan, memperjuangkan nasib para ojol yang kian lama kian mengkhawatirkan,”ucapnya.
Mewakili lintas Komunitas Ojol dan Tuksol, Hendra juga mengajak seluruh ojol yang berada di Sukabumi ikut dalam aksi ini demi untuk keberlangsungan hidup kedepan.
“Bila memang melakukan (onbid) tetap jalan saat aksi dilakukan , ya untuk menghargai tidak dulu mengenakan atribut
Sementara itu, aksi unjuk rasa serupa para ojol dan tuksol dilakukan juga di Jakarta di hari yang sama, mereka juga menuntut aplikator untuk tidak memotong upah menagih janji THR dan menhapus layanan Slot dan Aceng.





