Seorang Pelajar SMP di Ciracap Luka Parah Ditebas Senjata Tajam oleh OTK

Seorang Pelajar SMP di Ciracap Luka Parah Ditebas Senjata Tajam oleh OTK
Seorang pelajar SMP menjadi korban pembacokan orang tak dikenal saat pulang dari daerah Ujunggenteng Kabupaten Sukabumi / FT: Ist

seputarankita.com – Aksi kekerasan jalanan kembali terjadi di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi. Seorang pelajar SMP berinisial AA (15), warga Kecamatan Ciracap, menjadi korban pembacokan oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK).

Peristiwa tersebut terjadi Selasa dini hari di kawasan perkebunan kelapa Asabaland, ruas Jalan Provinsi Surade – Ujunggenteng. Korban mengalami luka serius di bagian kepala dan tangan.

Saat ditemui di kediamannya, Rabu, 18 Februari 2026, AA menuturkan bahwa dirinya masih mengingat jelas detik-detik kejadian.

“Saya masih syok. Waktu itu kami baru lewat, tiba-tiba disetop. Motor kami ditendang sampai jatuh, lalu mereka langsung menyerang. Saya tidak sempat menghindar,” ujar AA dengan nada lemah.

Korban mengaku tidak mengenali para pelaku karena seluruhnya mengenakan helm tertutup. “Saya tidak tahu siapa mereka. Kejadiannya sangat cepat,” tambahnya.

Akibat luka yang dideritanya, AA sempat mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Ciracap sebelum kembali ke rumah untuk pemulihan.

Sementara itu, ayah korban, Mail (52), mengaku sangat terpukul atas kejadian yang menimpa putranya. Ia berharap aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus tersebut.

“Sebagai orang tua, saya jelas tidak terima. Anak saya cuma pulang, tapi malah jadi korban. Kami minta pelaku ditangkap,” tegas Mail.

Ia juga mengaku hingga hari ini kondisi anaknya masih dalam masa pemulihan. “Sekarang masih dirawat di rumah. Kami fokus pada kesehatannya dulu,” katanya.

Pihak keluarga memastikan akan menempuh jalur hukum dan segera melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian.

Kasus ini kembali memicu kekhawatiran warga terkait maraknya aksi kekerasan jalanan di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi. Warga berharap patroli keamanan dapat lebih ditingkatkan, terutama pada jam rawan malam hingga dini hari. UM

BACA JUGA:  Seorang Nelayan Perempuan Hilang Misterius di Perairan Laut Ujunggenteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *