seputarankita.com – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry Supriyadi, menyoroti dinamika sosial dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ia menegaskan, program strategis nasional tersebut tidak boleh melenceng dari tujuan awal dan harus benar-benar berpihak pada peningkatan kualitas gizi generasi muda sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat dari bawah.
Ferry menegaskan, MBG merupakan amanat langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang didukung Badan Gizi Nasional bersama sejumlah kementerian.
Program yang pertama kali dalam sejarah Indonesia itu dirancang untuk menyiapkan generasi masa depan Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
“Program MBG bukan sekadar soal makan gratis, tetapi bagaimana negara melalui SPPG hadir menyiapkan generasi penerus dari sisi gizi,” ujarnya.
Di sisi lain, MBG juga harus mampu menggeliatkan ekonomi rakyat, terutama petani dan pedagang kecil yang terlibat dalam rantai pasok dapur MBG, tambah Feri, Kamis, 22 Januari 2026.
Berdasarkan fakta-fakta tersebut, Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi secara tegas mengingatkan seluruh SPPG agar tidak menggunakan bahan pangan impor, baik buah, sayur, maupun komoditas lainnya, dalam pelaksanaan program MBG.
“Jika masih menggunakan produk impor, maka kita sama saja tidak memberi ruang bagi petani lokal untuk berkembang. Yang diuntungkan justru importir dan negara lain,” ujarnya melalui sambungan telepon.
Ferry menekankan pentingnya pemanfaatan potensi serta kearifan lokal yang dimiliki daerah.
Menurutnya, apabila Kabupaten Sukabumi memiliki komoditas seperti pisang, melon, serta berbagai jenis buah dan sayuran lokal lainnya, maka itulah yang seharusnya digunakan dalam menu MBG.
“Gunakan produk lokal. Ini cara nyata meningkatkan nilai jual hasil pertanian kita sekaligus menggerakkan ekonomi dari arus bawah,” tandasnya. UM





