seputarankita.com – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menyatakan kesiapannya untuk menuntaskan enam persoalan besar yang saat ini membebani tata kelola kota. Dalam wawancara bersama wartawan, Selasa 22 Juli 2025, Ayep menegaskan akan membentuk satuan tugas khusus (satgas) untuk memastikan penyelesaian berjalan efektif dan terarah.
“Ada 6 isu krusial yang memang harus segera saya selesaikan,” ujar Ayep membuka keterangannya. Isu pertama yang disorotnya adalah terkait Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Saat ini, Kota Sukabumi tidak lagi diizinkan membuang sampah di lokasi yang selama ini digunakan.
“Saya harus memikirkan bagaimana solusi pengelolaan sampah bisa diselesaikan di tingkat kecamatan. Artinya kita harus mulai memikirkan konsep pengelolaan sampah mandiri,” jelasnya.
Masalah kedua yang menjadi perhatian adalah pengelolaan pasar. Ayep mengaku telah mendapat teguran terkait pengelolaan pasar dan juga persoalan parkir yang menyertainya. “Ini menjadi catatan penting yang harus segera dibenahi,” tambahnya.
Selain itu, persoalan tata ruang kota juga masuk dalam daftar. Menurut Ayep, pembenahan tata ruang akan sangat menentukan iklim investasi di Sukabumi. “Kalau tata ruangnya belum rapi, siapa pun akan ragu menanamkan investasi di sini (Kota Sukabumi),” tegasnya.
Dua poin lainnya yang akan dibenahi menyangkut kelembagaan daerah, yakni status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) seperti PDAM dan Waluya. Menurutnya, pembenahan manajemen dua lembaga ini sangat krusial agar pelayanan kepada masyarakat lebih optimal dan tidak tumpang tindih.
Terakhir, Ayep menyoroti kondisi RSUD Al Mulk. Rumah sakit milik pemerintah ini akan ditingkatkan dari tipe D ke tipe C. “Kita ingin Al Mulk tidak hanya melayani masyarakat dengan lebih baik, tapi juga bisa meningkatkan pendapatan daerah,” ungkapnya.
Sebagai bentuk keseriusan, Ayep menargetkan enam masalah krusial ini selesai dalam dua tahun ke depan. “Saya akan mulai dari sekarang. Nantinya akan dibentuk satgas masing-masing, misalnya satgas TPA, parkir, PDAM, dan RSUD Al Mulk,” pungkasnya. SZ





