seputarankita.com – Kekhawatiran melanda masyarakat Indonesia setelah Badan Antariksa Internasional mengumumkan bahwa sisa puing dari satelit Soviet era 1970-an, Kosmos 482, diperkirakan akan memasuki atmosfer Bumi dan berpotensi jatuh di wilayah Indonesia pada 10 Mei 2025
Kosmos 482 diluncurkan oleh Uni Soviet pada tahun 1972 sebagai bagian dari misi eksplorasi Venus. Namun, satelit ini gagal keluar dari orbit Bumi dan sejak itu menjadi sampah antariksa yang mengorbit planet kita. Setelah lebih dari lima dekade, gravitasi dan gesekan atmosfer menyebabkan orbitnya menurun secara signifikan.
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyatakan bahwa kemungkinan besar puing-puing tersebut akan terbakar habis saat memasuki atmosfer. Namun, mereka tetap memantau pergerakan objek ini dengan seksama.
“Kami bekerja sama dengan badan antariksa internasional untuk memantau lintasan Kosmos 482. Meskipun kemungkinan besar akan terbakar di atmosfer, kami tetap siaga dan telah menyiapkan protokol jika ada bagian yang mencapai permukaan,” ujar Kepala LAPAN, Dr. Andi Wijaya.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Informasi lebih lanjut akan disampaikan melalui kanal resmi jika terdapat perkembangan signifikan.
Kosmos 482 awalnya dirancang untuk mendarat di Venus sebagai bagian dari program eksplorasi planet tersebut. Namun, kegagalan roket pendorong menyebabkan satelit ini tetap berada di orbit Bumi. Sejak saat itu, ia menjadi salah satu dari ribuan objek buatan manusia yang mengorbit planet kita.
Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya pengelolaan sampah antariksa dan perlunya kerja sama internasional dalam memantau serta mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh objek-objek tersebut. Ay





