Lawan ODOL, Satpel Wilayah IV Sukabumi Perlebar dan Hotmix Jalan Surade Ujunggenteng

seputarankita – Daya tahan infrastruktur jalan milik Provinsi Jawa Barat di wilayah Sukabumi kini berada dalam kondisi mengkhawatirkan. Kepala Satuan Pelayanan Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah IV Sukabumi, Entis Sutisna, ST., menunjuk praktik kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) sebagai biang keladi utama cepatnya kerusakan jalan di wilayah tersebut.

Menurut Entis, ruas jalan seperti Jampangtengah dan Lengkong menjadi titik yang paling terdampak. Tingginya aktivitas truk pengangkut bahan baku tambang yang melebihi kapasitas muat membuat struktur aspal tak berdaya.

Entis menjelaskan bahwa spesifikasi teknis jalan di ruas Jampangtengah sebenarnya hanya dirancang untuk menahan beban maksimal 8 ton. Namun, realita di lapangan menunjukkan beban yang jauh melampaui angka tersebut.

“Tekanan berlebih ini memicu deformasi struktur perkerasan jalan. Muncul retakan dan lubang yang tidak hanya merusak jalan, tapi juga sangat berbahaya bagi kendaraan kecil dan berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan,” ujar Entis dalam keterangan resminya.

Pemangkasan Usia Jalan: Umur layanan jalan berkurang hingga 50% dari target seharusnya.
Pembengkakan Anggaran: Biaya perawatan jalan rusak melonjak tajam dan membebani APBD/APBN secara signifikan.

Menyikapi kondisi ini, Entis mendorong adanya langkah konkret melalui penguatan teknologi. Ia menyarankan optimalisasi jembatan timbang dengan sistem digital untuk mendeteksi kendaraan ODOL secara akurat dan real-time.

Tak hanya teknologi, ia juga menyerukan penegakan hukum yang tegas serta edukasi masif bagi para pelaku usaha agar mematuhi regulasi tonase demi kepentingan umum.

Meski terkendala beban muatan yang tak terkendali, Satuan Pelayanan Wilayah IV terus memacu perbaikan infrastruktur, terutama menyambut arus mudik Ramadan dan Idul Fitri.

“Target kami, sebelum lebaran tiba, seluruh ruas jalan di bawah pengelolaan Provinsi di wilayah IV Sukabumi sudah bebas lubang. Kami imbau pengguna jalan tetap berhati-hati karena pengerjaan fisik masih berlangsung di lapangan,” tutupnya.Bim

BACA JUGA:  BNNK Sukabumi Raih Empat Penghargaan Atas Pengelolaan Keuangan Secara Akuntabel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *