SeputaranKita.com -Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Sukabumi mulai melakukan terobosan dengan mengembangkan produk air minum dalam kemasan (AMDK) jenis demineral bermerek Tirta Bumi Wibawa (TBW).
Langkah tersebut ditempuh sebagai langkah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pengembangan produk tersebut saat ini masih dilakukan melalui kerja sama dengan pihak ketiga menggunakan skema maklon. Hal ini diungkapkan oleh Devi Supriyadi dari Pusat Pengkajian dan Pengembangan PDAM Kota Sukabumi.
Dia menjelaskan, kerja sama tersebut melibatkan PT Tirta Guna Mandiri yang berperan dalam distribusi produk. Sementara proses produksi sepenuhnya masih dilakukan oleh pihak ketiga.
“Untuk sementara, PDAM Kota Sukabumi belum memproduksi secara mandiri. Kita masih menggunakan skema maklon, yang juga sudah diterapkan di beberapa PDAM lain di Jawa Barat,” ujarnya, 21 April 2026.
Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran menjadi alasan utama belum dibangunnya fasilitas produksi sendiri.
Padahal, sumber air baku seperti di Cinumpang dan Batu Karut dinilai cukup potensial untuk mendukung produksi mandiri.
Dalam skema kerja sama ini, PDAM membeli produk jadi namun menggunakan merek sendiri, yakni TBW (Tirta Bumi Wibawa).
Saat ini, produk yang beredar masih dalam kemasan kecil berukuran 200 mililiter.
“Ke depan, kita akan kembangkan variasi ukuran dan memperluas pasar. Tidak hanya masyarakat umum, tapi juga menyasar instansi pemerintah, hotel, kafe hingga ritel modern,” jelasnya.
Devi menambahkan, program ini memiliki dasar hukum yang jelas dan menjadi bagian dari strategi bisnis PDAM dalam meningkatkan kontribusi terhadap PAD.
Untuk jangka panjang, PDAM Kota Sukabumi menargetkan dapat memproduksi AMDK secara mandiri. Namun hal tersebut masih bergantung pada kesiapan anggaran, termasuk untuk pembangunan pabrik dan pengurusan perizinan seperti BPOM dan SNI.
“Kalau ke depan kemampuan modal sudah mencukupi, tentu kita akan menuju produksi mandiri,” pungkasnya. UM





