BPBD Sukabumi Turunkan Tim ke Lapangan, Fokus Data Kerusakan dan Korban

BPBD Sukabumi Turunkan Tim ke Lapangan, Fokus Data Kerusakan dan Korban
BPBD Kabupaten Sukabumi terus melakukan pendataan terhadap korban bencana banjir dan tanah longsor yang melanda tiga kecamatan, yakni Cisolok, Cikakak, dan Sukabumi / FT: Ist

seputarankita.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi terus melakukan pendataan terhadap korban bencana banjir dan tanah longsor yang melanda tiga kecamatan, yakni Cisolok, Cikakak, dan Sukabumi.

‎Hujan deras dengan intensitas tinggi sejak Senin malam telah mengakibatkan sedikitnya 678 kepala keluarga terdampak dan ratusan rumah terendam air maupun tertimbun material longsor.

‎Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki, menegaskan bahwa pihaknya kini memusatkan perhatian pada pendataan korban dan kebutuhan mendesak warga terdampak.

‎”Validasi data menjadi langkah awal agar seluruh bantuan dan layanan tanggap darurat dapat tepat sasaran,” kata Eki.

‎Dari laporan Kapusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi ujarnya, bencana terparah terjadi di Kecamatan Cisolok.

‎”Di kampung Tugu, Desa Cikahuripan, sebanyak 500 kepala keluarga atau sekitar 1.500 jiwa terdata terdampak banjir,” terangnya.

‎Sementara di Kampung Marinjung, Desa Karangpapak, tercatat 50 kepala keluarga atau 150 jiwa, dan di Kampung Cigoler, Desa Cisolok, 50 kepala keluarga atau 150 jiwa turut terdampak.

‎Selain itu, banjir juga melanda Kampung Cikondang di Desa Wangunsari dengan 7 kepala keluarga atau 18 jiwa, Kampung Cikondang di Desa Karangpapak dengan 1 kepala keluarga atau 5 jiwa.

‎Sementara di Kampung Cikelat dengan 4 kepala keluarga atau 12 jiwa terdampak.
‎Adapun di Kampung Pamokoan, Desa Sukarame, terdapat 7 kepala keluarga atau 20 jiwa terdampak banjir.

‎Di Kecamatan Cikakak, bencana tanah longsor menimpa Kampung Cengkuk RT 02/RW 01 dan RT 02/RW 02, Desa Margalaksana, mengakibatkan tiga rumah rusak.

‎Sementara di Kecamatan Sukabumi, hujan yang mengguyur deras menyebabkan jalan desa di Kampung Panjalu, Desa Parungseah tergerus air hingga longsor.

‎Beruntung, seluruh peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

‎Hingga Selasa siang, BPBD mencatat sekitar 500 kepala keluarga atau 1.500 jiwa mengungsi di SDN 1 Cisolok, sedangkan 14 kepala keluarga atau 38 jiwa lainnya menumpang di rumah kerabat terdekat akibat longsor.

‎Untuk memastikan penanganan lebih terkoordinasi, posko bencana telah didirikan di Kantor Kecamatan Cisolok serta posko pengungsian di Lapangan Eks SC (Sinar Ciomas) dan SDN 1 Cisolok.

‎Eki menjelaskan, posko tersebut melibatkan unsur P2BK, BPBD, TNI, Polri, Dinsos, PMI, dan Dinkes, yang secara bersama-sama melakukan pendataan, evakuasi, serta pendistribusian bantuan logistik.

‎Dapur umum telah beroperasi untuk melayani kebutuhan pangan para pengungsi, sementara tim kesehatan disiagakan untuk memantau kondisi warga, terutama anak-anak dan lansia.

‎“Fokus utama kami saat ini adalah pendataan menyeluruh terhadap korban terdampak. Setelah data valid terkumpul, bantuan akan segera disalurkan secara terarah,” ujarnya.

‎BPBD juga terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa agar masyarakat di wilayah rawan tetap waspada terhadap potensi bencana susulan.

‎Menurut Eki, tim di lapangan masih melakukan verifikasi lanjutan dan tidak menutup kemungkinan status tanggap darurat diperpanjang apabila kondisi cuaca belum stabil dan warga belum dapat kembali ke rumah masing-masing.

‎“Kami pastikan seluruh langkah penanganan berjalan cepat dan terukur. Pendataan ini menjadi dasar agar setiap warga terdampak benar-benar terlayani,” tegas Eki. UM

BACA JUGA:  Diguyur Hujan Deras, Kota Sukabumi Dilanda Banjir dan Longsor di 20 Titik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *