Heboh! Menu MBG di SDN Kibitay Dinilai Tak Ramah Anak, Satgas Langsung Turun Tangan

Heboh! Menu MBG di SDN Kibitay Dinilai Tak Ramah Anak, Satgas Langsung Turun Tangan
Satgas MBG segera turun tangan setelah ada pengaduan masyarakat usai ditemukan menu larong di MBG SDN Kibitay / FT: Ist

seputarankita.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Sukabumi kembali menuai kritik publik setelah ada menu larong atau udang rebon disajikan sebagai lauk utama bagi siswa SDN Kibitay, Kecamatan Lembursitu.

Sajian tersebut dinilai tidak sesuai dengan karakteristik dan kebiasaan konsumsi anak sekolah dasar.

Kepala Satuan Tugas (Satgas) MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan, mengakui bahwa kejadian tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan teknis program di lapangan.

“Kami menerima laporan masyarakat dan langsung turun melakukan pengecekan. Ini menjadi catatan serius bagi kami,” ujar Andri, Senin, 26 Januari 2026.

Ia tidak membantah jika menu larong sempat disajikan sebagai menu utama MBG. Meski secara kandungan gizi memiliki nilai kalsium, Andri menilai keputusan tersebut kurang tepat karena tidak mempertimbangkan aspek psikologis dan tingkat penerimaan anak.

“Program ini tidak bisa hanya berpatokan pada angka gizi. Kalau makanannya tidak dimakan, maka tujuan program tidak tercapai,” tegasnya.

Berdasarkan hasil evaluasi Satgas, menu yang disajikan saat itu terdiri dari larong, sayuran, kacang-kacangan, tempe, buah, dan nasi putih. Namun komposisi tersebut dinilai tidak familiar bagi mayoritas siswa, sehingga berpotensi menyisakan makanan.

Andri menegaskan, MBG seharusnya dirancang berbasis kebutuhan dan kebiasaan makan anak-anak, bukan sekadar memenuhi standar administratif.

“MBG menyasar anak-anak. Maka pendekatannya harus ramah anak, bukan sekadar memenuhi kewajiban penyediaan menu,” katanya.

Selain soal menu, Satgas MBG juga menyoroti kesesuaian antara kualitas sajian dan standar biaya produksi. Evaluasi dilakukan agar tidak terjadi ketimpangan antara anggaran dan hasil yang diterima siswa.

“Kami tidak ingin ada ketidaksesuaian antara biaya, kualitas, dan manfaat,” ujar Andri.

Sebagai tindak lanjut, Satgas MBG telah melakukan pembinaan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lembursitu Dua dan memerintahkan perbaikan segera pada menu MBG.

BACA JUGA:  Klarifikasi SPPG Lembursitu 2 Sukabumi: Bantah Mark Up, Tunjukkan Bukti Invoice Transparan

Pasca evaluasi, menu MBG di SDN Kibitay langsung diganti dengan lauk yang lebih umum dan mudah diterima anak-anak, yakni opor ayam. Satgas memastikan pengawasan akan diperketat agar kejadian serupa tidak terulang. UM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *