seputarankita.com – Suasana khidmat bulan suci Ramadan 1447 H di Kota Sukabumi ternoda oleh aksi brutal gerombolan bermotor. Pada Senin sore (9/3/2026), sekelompok orang bersenjata tajam menyerang juru parkir dan warga di kawasan Jl. R.E. Martadinata secara membabi buta, menyebabkan lima orang dilarikan ke rumah sakit akibat luka bacok serius.
Para korban yang teridentifikasi dengan inisial KK, AH, HK, OG, dan FF saat ini masih menjalani perawatan intensif. Tragedi ini terjadi tepat saat warga tengah bersiap menyambut waktu berbuka puasa.
Menurut keterangan saksi mata, penyerangan berlangsung sangat cepat. Gerombolan bermotor tiba-tiba merangsek ke lokasi dan langsung mengayunkan senjata tajam tanpa peringatan. Setelah melukai para korban, para pelaku segera memacu kendaraannya melarikan diri dari tempat kejadian perkara (TKP).
“Mereka menyerang membabi buta. Setelah itu langsung kabur,” ujar salah satu warga yang membantu mengevakuasi korban ke rumah sakit.
Dibalik aksi anarkis tersebut, mencuat dugaan adanya perselisihan terkait pengelolaan lahan parkir. F alias B (40), seorang juru parkir yang lolos dari maut karena sedang pulang mengantar menu berbuka, mengungkapkan bahwa sebelumnya sempat ada ketegangan dengan seseorang berinisial IY.
“Sebenarnya sudah ada kesepakatan untuk selesai baik-baik. Tapi saya tidak tahu apakah ini buntut dari masalah itu atau bukan. Biar polisi yang mengungkap,” kata F.
Keluarga F menjadi yang paling terdampak dalam insiden ini. Dua saudara kandungnya menjadi korban pembacokan; sang kakak harus menerima 18 jahitan di bagian kepala, sementara adiknya juga mengalami luka parah.
“Kami di sini hanya cari nafkah, tidak pernah menyerang pihak lain. Saya menduga ini ada adu domba dari pihak tertentu,” keluh F dengan nada getir.
Pihak kepolisian bergerak cepat merespons laporan warga. Plt Kasi Humas Polres Sukabumi, Ipda Ade Rulli, menegaskan bahwa identitas dan motif pelaku kini tengah didalami oleh Satreskrim Polres Sukabumi.
“Kasus ini sudah ditangani Satreskrim. Kami telah mengantongi sejumlah petunjuk dari keterangan para korban di rumah sakit. Saat ini, tim sedang melakukan pengejaran terhadap para pelaku,” tegas Ade Rulli kepada media, Rabu (11/3/2026).
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyisiran dan pengumpulan bukti tambahan di sekitar lokasi kejadian guna memastikan aktor intelektual di balik penyerangan berdarah ini segera tertangkap.(Bim)





