seputarankita.com- Sukabumi – Sebuah peristiwa tragis menimpa Otib (79 th), warga Kampung Cipancur, Desa Kademangan, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. Ia meregang nyawa akibat tertembak peluru yang diduga berasal dari senapan milik pemburu babi hutan.
Insiden ini terjadi pada Selasa (22/4/25) malam, sekitar pukul 23.00 WIB, di kawasan Blok Naringgul, Kampung Cisujen, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud.
Otib diketahui sedang menggarap lahan huma milik Perhutani di Blok 10 Cisujen bersama istrinya, Eem (60 th), dan dua saudaranya, Sakim (82 th) serta Ibrohim (79 th). Mereka bermalam di area tersebut seperti biasa untuk bertani.
Menurut penuturan Eem, kejadian bermula ketika ia dan Otib beristirahat di dua tempat terpisah. “Saya tidur di saung, suami saya tidur di atas saung conat (saung yang lebih tinggi),” katanya dengan suara lirih, masih terguncang oleh kejadian yang menimpa suaminya.
Sekitar pukul 23.00 WIB, Eem mendengar suara letusan senjata api. Awalnya, ia mengira itu adalah suara tembakan ke arah babi hutan. Namun tak lama kemudian, terdengar suara rintihan seseorang.
“‘Aduh… Umi, weya tulungan…’ begitu suara suami saya. Saya langsung sadar dan lari melihatnya,” ucap Eem terbata-bata. Ia mendapati sang suami sudah tergeletak di bawah, bersimbah darah, diduga sempat merangkak turun dari saung sebelum akhirnya jatuh.
Dalam kondisi panik, Eem berteriak memanggil Sakim dan Ibrohim yang berada di saung lain, berjarak puluhan meter dari lokasi. Setelah keduanya datang, Eem mengaku kehilangan kesadaran karena syok berat.
Menurut kesaksian Ibrohim, beberapa saat setelah kejadian, dua orang pria datang menggunakan mobil Jeep. Mereka diyakini sebagai pemburu yang tengah melakukan perburuan babi hutan di kawasan tersebut.
Otib kemudian dibawa menggunakan kendaraan milik pemburu hingga ke jalan utama. Selanjutnya, korban dipindahkan ke ambulans desa dan dirujuk ke RSUD Jampangkulon, sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia dan dipindahkan ke RSUD R Syamsudin SH, Kota Sukabumi.
Salah-satu anggota keluarga, Rodi (58 th), menyampaikan bahwa pihak keluarga masih akan bermusyawarah soal langkah selanjutnya setelah anak almarhum tiba dari luar kota. “Kami anggap ini sebagai musibah. Namanya juga kecelakaan,” ujarnya singkat dalam bahasa Sunda.
Sementara itu, Kapolsek Tegalbuleud AKP Azhar Sunandar membenarkan adanya kasus tersebut. “Benar, kejadian ini sedang ditangani oleh Polres Sukabumi untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” terangnya.
Kasus ini menjadi pengingat penting akan risiko perburuan liar yang tak hanya membahayakan satwa, tetapi juga nyawa manusia.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sukabumi Iptu Hartono belum memberikan keterangan resmi hingga berita ini tayangkan.
Dugaan sementara, inisial O menjadi korban peluru nyasar dari aktivitas berburu babi hutan yang kerap dilakukan warga di sekitar lahan Perhutani.





