Polres Sukabumi dan Dunia Pendidikan Gelar FGD, DPRD Dukung Polri Basmi Geng Motor

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Dukung Kepolisian Basmi Geng Motor Hingga ke Akar-akarnya Karena Membuat Warga Was was dan Ketakutan Saat di Luar Rumah

Seputarankita.com – SUKABUMI – Maraknya kenakalan remaja, termasuk aksi geng motor dan perilaku menyimpang di kalangan pelajar, menjadi perhatian serius di Kabupaten Sukabumi. Perkembangan teknologi yang pesat juga turut berkontribusi dalam membentuk pola perilaku remaja yang semakin kompleks.

Menanggapi situasi tersebut, Polres Sukabumi menginisiasi Focus Group Discussion (FGD) di GISBH, Kecamatan Cikakak, Rabu (12/2/2055). Diskusi itu bertujuan meningkatkan sinergi antara Polri dan dunia pendidikan dalam menangani perilaku menyimpang pelajar sekaligus menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) yang kondusif.

Acara itu dihadiri Bupati Sukabumi Marwan Hamami, Forkopimda, lembaga pendidikan, LSM, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Kapolres Sukabumi AKBP Samian menegaskan bahwa generasi muda adalah aset bangsa yang harus dipersiapkan dengan baik. Namun, berbagai tantangan seperti pengaruh teknologi, lingkungan keluarga yang tidak harmonis (broken home), hingga pergaulan bebas, menjadi faktor pemicu meningkatnya kenakalan remaja.

“Kami bertanggung jawab untuk menyiapkan pembangunan yang berkelanjutan. Namun, hal ini harus dimulai dengan membentuk mental anak-anak yang memiliki patriotisme dan idealisme yang kuat,” ujar Samian.

Menurutnya, FGD ini merupakan langkah strategis untuk merumuskan solusi berbasis aturan dan teori yang tepat, sehingga dapat menjadi landasan dalam menangani kenakalan remaja ke depannya.

“Kami berharap diskusi ini bisa menghasilkan rekomendasi konkret yang bisa diterapkan di lapangan untuk mengantisipasi berbagai bentuk kenakalan remaja,” tambahnya.

Samian juga menyoroti bahwa tren kenakalan remaja semakin beragam, mulai dari tawuran, pergaulan bebas, hingga penggunaan media sosial secara tidak sehat. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk menghadapi fenomena ini dengan cara-cara yang lebih kreatif dan inovatif.

“Meskipun personel kami terbatas, kami berkomitmen untuk terus menekan angka kenakalan remaja di wilayah hukum Polres Sukabumi,” tegasnya.

BACA JUGA:  Pemkot Sukabumi Gandeng Universitas Nusa Putra, Hadirkan Beasiswa untuk Generasi Muda

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sukabumi Marwan Hamami menyoroti aksi geng motor yang semakin marak dan meresahkan masyarakat. Ia menilai bahwa geng motor tidak hanya merusak masa depan para remaja yang terlibat, tetapi juga mengancam keamanan lingkungan.

“Kita harus mengantisipasi maraknya kenakalan remaja, terutama yang berkaitan dengan geng motor. Jika dibiarkan, ini akan semakin sulit dikendalikan dan berdampak buruk bagi generasi muda kita,” ujarnya.

Ia berharap hasil dari FGD ini dapat menjadi pijakan bagi pemerintah daerah dan Polri dalam menyusun kebijakan yang lebih efektif dalam menangani masalah kenakalan remaja.

“Melalui FGD ini, diharapkan muncul solusi konkret yang dapat segera diterapkan guna menekan angka kenakalan remaja serta menciptakan generasi muda yang lebih disiplin dan bertanggung jawab,” pungkasnya.

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, juga turut mendukung langkah Polres Sukabumi dalam menggelar FGD sebagai upaya menangani maraknya kenakalan remaja di wilayah tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Polres Sukabumi yang menggandeng berbagai pihak dalam mencari solusi atas permasalahan kenakalan remaja. FGD ini menjadi forum penting untuk menyamakan persepsi dan merumuskan langkah strategis yang bisa diterapkan secara nyata di lapangan,” ujar Politisi Golkar itu.

Ia berharap hasil dari diskusi ini tidak hanya menghasilkan rekomendasi, tetapi juga diimplementasikan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Kami berharap ada tindak lanjut nyata dari FGD ini, baik dalam bentuk program pembinaan, pengawasan, maupun regulasi yang lebih jelas. Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah, kepolisian, dunia pendidikan, dan masyarakat, kita bisa menekan angka kenakalan remaja dan menciptakan generasi muda yang lebih berkualitas,” tegasnya. IDR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *