Viral! Ibu Melahirkan Diduga Ditahan Klinik di Sukabumi, Dinkes Turun Tangan

Viral! Ibu Melahirkan Diduga Ditahan Klinik di Sukabumi, Dinkes Turun Tangan
Foto ILustrasi

seputarankita.com- SUKABUMI – Kasus dugaan penahanan seorang ibu yang baru melahirkan beserta bayinya di sebuah klinik di Sukabumi karena terkendala biaya perawatan menjadi perbincangan hangat di media sosial dan masyarakat setempat. Kabar ini mencuat setelah anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Andri Hidayana, menyampaikan kekesalannya melalui platform media sosial, menyoroti biaya yang mencapai Rp15 juta dan dugaan penahanan pasien hingga pembayaran lunas.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi pun angkat bicara terkait persoalan ini. Kepala Dinkes menyatakan penyesalannya atas kejadian tersebut dan menegaskan pentingnya kepemilikan jaminan kesehatan seperti BPJS Kesehatan bagi seluruh masyarakat. Pihaknya akan segera melakukan investigasi lebih lanjut mengenai prosedur dan penanganan pasien di klinik yang bersangkutan.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Setiap fasilitas kesehatan seharusnya mengutamakan pelayanan dan keselamatan pasien. Kami akan telusuri lebih lanjut dan memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujar perwakilan Dinkes saat dikonfirmasi pada Senin (14/4/2025).

Isu ini memicu beragam reaksi dari warganet dan masyarakat Sukabumi. Banyak yang menyayangkan tindakan klinik tersebut dan mendesak adanya transparansi serta solusi bagi masyarakat kurang mampu dalam mengakses layanan kesehatan. Beberapa warganet juga menyoroti pentingnya sosialisasi dan peningkatan kepesertaan BPJS Kesehatan di wilayah Sukabumi.

“Ini sangat tidak manusiawi. Bagaimana bisa seorang ibu yang baru melahirkan ditahan karena masalah biaya? Pemerintah daerah dan Dinkes harus bertindak tegas,” tulis seorang warganet di kolom komentar unggahan terkait.

Kasus ini menjadi tren perbincangan dan perhatian serius di Sukabumi, memicu diskusi mengenai etika pelayanan kesehatan dan aksesibilitas layanan bagi seluruh lapisan masyarakat. Pihak berwenang diharapkan dapat segera memberikan klarifikasi dan solusi yang adil bagi pihak terkait. (Bimo)

BACA JUGA:  Aksi OTK di Sukabumi Kian Beringas, Driver Ojol Jadi Sasaran Pembacokan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *