Memanas, PMII Kota Sukabumi Tuntut Kajari Mundur

Puluhan Mahasiswa yang Tergabung ke Dalam PMII Mendemo Kantor Kejaksaan Negeri Sukabumi Menuntut Kajari Mundur

Seputarankita.com – SUKABUMI – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Sukabumi menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Sukabumi pada Jumat (17/1/2025).

Dalam tuntutannya para pendemo mendesak Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Sukabumi, Setiyowati, untuk turun dari jabatannya karena kasus-kasus yang ditangani tak jelas juntrungannya.

Ketua Cabang PMII Kota Sukabumi, Bahrul Ulum, mengatakan bahwa terdapat sejumlah kasus, terutama dugaan tindak pidana korupsi, yang hingga saat ini tidak mendapatkan perhatian serius dari pihak Kejari Kota Sukabumi.

Sejumlah kasus tersebut termasuk di dalamnya masalah Pasar Gudang, Pasar Pelita, serta temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait RSUD R Syamsudin SH. Bahrul menilai bahwa selama ini Kejari tidak terkesan melakukan pembiaran terhadap kasus-kasus tersebut.

Dia juga menegaskan lima tuntutan utama yang disampaikan oleh PMII Kota Sukabumi. Pertama, mereka mendesak agar Kajari Kota Sukabumi dicopot dari jabatannya dan dilakukan pemeriksaan mendalam terkait kinerja beliau selama menjabat.

PMII juga meminta agar Kejari Kota Sukabumi melakukan reformasi internal guna memastikan tegaknya keadilan dan supremasi hukum di institusi tersebut. Ketiga, mereka mendesak Kejari untuk segera menuntaskan kasus-kasus yang tertunda dengan mengikuti prinsip-prinsip hukum yang adil dan transparan.

Keempat, PMII juga mendesak agar pihak-pihak yang terbukti terlibat dalam tindak pidana korupsi segera ditangkap dan diadili. Kelima, mereka berkomitmen untuk terus mengawal kinerja Kejari Kota Sukabumi hingga tuntutan mereka dipenuhi.

Bahrul menambahkan bahwa pihaknya sangat kecewa karena Kajari Setiyowati tidak bersedia menemui massa aksi. Menurut Bahrul, mahasiswa sangat berharap untuk mendapatkan penjelasan langsung terkait tuntutan mereka.

Meskipun tidak ada tanggapan langsung dari Kajari Setiyowati, Kasi Intel Kejari Kota Sukabumi, David Razi, yang mewakili Kajari, memberikan apresiasi terhadap unjuk rasa dan tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa.

BACA JUGA:  Banjir dan Longsor Terjang Purabaya, Akses Provinsi Terputus

“Penyampaian aspirasi ini menunjukkan niat baik mahasiswa sebagai bentuk kontrol terhadap kinerja kejaksaan. Ia juga mengapresiasi aksi unjuk rasa yang berlangsung dengan damai dan kondusif tanpa adanya aksi anarkis,” tuturnya.

David menanggapi dengan bijak mengenai kritik yang dilontarkan oleh mahasiswa terkait kinerja Kejari. Ia menyatakan bahwa semua perkara yang disampaikan memang sedang dalam tahap penyelidikan dan penyidikan. Namun, ia juga mengingatkan bahwa proses hukum memerlukan waktu dan harus dilakukan dengan hati-hati serta memperhatikan berbagai faktor.

Menanggapi tuntutan agar Kajari Kota Sukabumi mundur dari jabatannya, David mengungkapkan bahwa meski memahami adanya ketidakpuasan dari mahasiswa, hal tersebut merupakan bagian dari proses demokrasi yang sehat dan konstruktif.

“Kejari Kota Sukabumi akan terus berupaya meningkatkan kinerjanya berdasarkan kritik dan masukan yang diterima. Ia menegaskan bahwa segala bentuk kritik dari masyarakat, khususnya mahasiswa, merupakan dorongan untuk memperbaiki pelayanan dan penyelesaian kasus-kasus hukum yang lebih baik di masa mendatang,” tandasnya. (UM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *